Posting ini disusun sebagai motivasi untuk kita yang ingin memperbaiki produktifitas hasil pertanian pada lahan pertanian yang kita miliki. Posting ini saya susun berdasarkan hasil wawancara dari beberapa pengalaman Petani yang ada di sekitar tempat tinggal saya.
Menjadi keluhan paling utama petani yang ada dilingkungan saya adalah hasil pertanian yang semakin hari semakin berkurang hingga terjadi krisis hasil pertanian yang disebut dengan istilah "paceklik". Banyak dampak negatif dari paceklik di daerah kami antara lain meningkatnya tindakan kejahatan, pengangguran semakin bertambah, dan menipisnya lapangan pekerjaan. Itu yang dapat diamati secara langsung.
Secara umum permasalahan petani di daerah kami yang menyebabkan hasil pertanian tidak dapat meningkat positif, salah satunya adalah pengolahan tanah yang tidak tepat. Hal ini disebabkan penggunaan pupuk kimia dan inseksida serta bahan kimia lain yang berlebihan sehingga menyebabkan nutrisi tanah yang alami menjadi rusak. Dengan rusaknya nutrisi tanah ini, menjadi salah satu penyebab terjadinya penurunan hasil pertanian. Adapun sisi lain hasil pertanian menjadi menurun yaitu kurangnya pengetahuan petani untuk dapat merawat perkebunan yang mereka miliki. Perawatan yang mereka lakukan masih sangat tradisional sehingga hal ini membutuhkan update pengetahuan pertanian sehingga petani dapat bertani secara efektif dan efisien.
Dari permasalahan diatas, saya mulai untuk mencari informasi baik secara online maupun bertanya langsung dengan petani yang mampu mendapatkan hasil pertanian yang baik. Adapun hasil dari analisa saya, dapat disimpulkan :
1. Petani perlu memahami untuk mengembalikan nutrisi tanah dengan cara pemupukan organik baik melalui pengomposan maupun pemupukan organik cair.
2. Petani perlu meninggalkan teknik tradisional yang tidak efektif dan efisien dalam perawatan perkebunan yang dimiliki.
3. Mengganti pemupukan dan pembasmian hama kimia menjadi organik/non kimia. Hal ini akan membatu petani dalam mengembalikan kwalitas tanah pertanian mereka.
4. Tidak kalah penting, penggunaan pupuk organik akan menjadikan pemasaran hasil pertanian (pangan khususnya) untuk dapat menembus pasar ASEAN di akhir tahun 2015.
Mungkin itu sedikit sumbang saran dari saya yang baru belajar bertani. Semoga posting ini dapat bermanfaat dan menjadi titik pemikiran untuk merubah NKRI sebagai Lahan Agraria yang produktif yang hasilnya dapat dinikmati oleh dunia.
NEGERI INI LEBIH TEPAT DITANAM TUMBUHAN, BUKAN DITANAM BANGUNAN.